Jumaat, Jun 12, 2015

INTAIAN HIKMAH MUSIBAH - Tinta Jumaat siri ke - 25

 Hamdanlillah.
Mutakhir ini, kita terus menerus mengalami dan menyaksikan berbagai musibah yang melanda.
Salah satu musibah yang terdekat adalah gempa bumi di Sabah. Adapun juga tidak dilupakan juga kepada saudara-saudara seislam di Negara Islam lain seperti di Palestin, Rohingya, Syria dan yang lain.

Musibah ini bukanlah hanya ibtila daripada Allah semata bahkan ia tercetus daripada tangan-tangan mereka yang inginkan kehancuran lantasan mahukan perpecahan sesama islam sendiri.

Pada dasarnya, musibah merupakan sesuatu yang begitu akrab dengan kehidupan. Adakah terdapat orang yang tidak pernah mendapatkan musibah, tentu tidak ada. Musibah adalah salah satu bentuk ujian yang diberikan Allah kepada manusia dan juga sunnatullah yang berlaku atas para hambaNya. Dan ia bukan berlaku pada orang-orang yang lalai dan jauh dari nilai-nilai agama sahaja namun juga menimpa orang beriman.

Allah Ta’ala berfirman :

اَلَّذِيْنَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ قَالُوْا إِنَّا ِللهِ وَ إِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ
(Iaitu) orang-orang yang apabila menimpa kepada mereka suatu musibah, mereka berkata: Sesungguhnya kita ini dari Allah, dan sesungguhnya kepadaNya­lah kita semua akan kembali.
 (Qs : Al-Baqarah : 156).

Disini penulis hendak membawakan bagaimana Islam merungkai segala musibah ini dengan mendatangkan keistimewaan disebaliknya.


-  Musibah mampu mendidik jiwa dan menyucikan dosa

-  Musibah wasilah mendapatkan kebahagiaan (pahala) di Akhirat

-  Ia sebagai parameter kesabaran seorang hamba

-  Memurnikan tauhid dan menguatkan hati 

-  Sekaligus mampu mendekatkan diri kepada Allah

Oleh itu, kita perlu memandang keadaan sekeliling dengan penelitian ekoran mata kasar yang mampu menyingkap pelbagai hikmah disetiap aturanNya dan menjadi batu loncatan bagi titik perubahan diri serta mampu mengubah orang lain ke arah yang lebih baik. Moga-moga kita bukanlah asbab pada sebab atas sesuatu yang berlaku.


" Teguh Pemikiran Ribat Kebersamaan "

Disediakan oleh :

Asmaizatulzarifah binti Nahrawi
Timbalan Bendahari Kehormat
Badan Kebajikan Anak Selangor Mesir Sesi 2014/2015

                                                                                                           

0 comments:

Catat Ulasan